PONTIANAK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah kembali berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan. Menanggapi lonjakan indeks standar pencemar udara (ISPU) yang memasuki kategori tidak sehat, Pengawas Sekolah melakukan tindakan cepat untuk memantau dan mendampingi sekolah-sekolah di bawah binaannya.

Dalam peninjauan lapangan dan pemantauan daring, Pengawas Sekolah memastikan bahwa seluruh satuan pendidikan dengan sigap menerapkan protokol kedaruratan bencana asap. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang semula dilakukan secara tatap muka disesuaikan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem modul terstruktur guna meminimalisasi paparan asap langsung pada anak-anak.

"Fokus utama kami sebagai pengawas saat ini adalah menjamin dua hal: keselamatan kesehatan warga sekolah dan keberlangsungan hak belajar siswa. Kebakaran hutan adalah ancaman nyata bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak kita," ujar Pengawas Sekolah saat meninjau kesiapan sistem PJJ di salah satu sekolah binaan.